Jumlah Pengunjung

Rabu, 21 Januari 2026

Emas 2026: Masih Layak Dibeli? Ini Prospek Harga, Faktor Penggerak, dan Strategi Aman untuk Pemula




           

            Tahun 2026 menjadi periode menarik bagi investor emas. Setelah emas mencetak banyak rekor harga pada 2025, banyak orang bertanya: apakah emas masih akan naik di 2026? atau justru mulai turun karena harga sudah terlalu tinggi? Jawabannya: emas di 2026 masih berpotensi kuat, tetapi jalurnya bisa lebih fluktuatif dan dipengaruhi banyak faktor global.

Menapa Emas Diprediksi Masih Kuat di 2026?

            Salah satu faktor besar yang membuat emas tetap “berkilau” pada 2026 adalah karena bank sentral dunia masih agresif memborong emas sebagai bagian dari strategi pengamanan cadangan devisa.Dalam laporan Gold Demand Trends dari World Gold Council, dijelaskan bahwa pembelian emas oleh bank sentral menembus 1.000 ton untuk tahun ketiga berturut-t urut. Ini bukan angka kecil—karena pembelian institusi sebesar itu mampu menjadi “penopang” permintaan emas global meskipun harga sudah tinggi.

            Lebih jauh lagi, World Gold Council juga mencatat bahwa pada Q3 2025 saja, bank sentral masih melakukan pembelian 220 ton emas (naik 28% dibanding kuartal sebelumnya). Artinya, meskipun investor ritel bisa berubah-ubah mengikuti tren, permintaan bank sentral cenderung lebih konsisten dan terukur.

Kenapa bank sentral memilih emas?

Ada beberapa alasan kuat kenapa bank sentral lebih “percaya” emas dibanding instrumen lainnya:

1.     Lindung nilai saat ekonomi global tidak stabil
Saat inflasi, krisis geopolitik, atau risiko resesi meningkat, emas dipandang sebagai aset aman (safe haven).

2.     Mengurangi ketergantungan pada dolar AS (diversifikasi cadangan)
Banyak negara mulai mengurangi dominasi aset dalam dolar AS karena kekhawatiran risiko geopolitik dan sanksi finansial.

3.     Emas dianggap aset “netral” dan tidak terikat negara tertentu
Ini berbeda dengan obligasi negara tertentu yang bisa terdampak konflik dan kebijakan politik.

            Hal ini sejalan dengan laporan dan ulasan media internasional yang menyoroti bahwa banyak bank sentral menggencarkan pembelian emas karena menurunnya kepercayaan pada dolar, serta kekhawatiran pembekuan aset yang pernah terjadi pada beberapa negara.

Data yang menunjukkan tren ini belum berhenti di 2026

            Bahkan memasuki awal 2026, tren pembelian tetap kuat. World Gold Council mencatat bahwa pada November 2025, pembelian bersih bank sentral mencapai 45 ton, dengan akumulasi tahun berjalan mencapai 297 ton dan terutama didorong negara-negara pasar berkembang (emerging markets).

Contoh negara yang terus menambah cadangan emas

            Salah satu contoh yang sering menjadi sorotan adalah China. Diberitakan bahwa People’s Bank of China memperpanjang tren pembelian emas hingga 14 bulan berturut-turut, sebagai sinyal bahwa emas masih dianggap aset utama untuk menjaga stabilitas cadangan negara.

Dampaknya bagi investor emas di 2026

Bagi investor pemula, tren ini penting karena pembelian bank sentral menciptakan dua efek besar:

Menambah permintaan jangka panjang, sehingga harga emas cenderung lebih kuat bertahan
Membuat penurunan harga biasanya bersifat sementara, karena ada pihak besar yang siap membeli saat koreksi

Dengan kata lain, ketika bank sentral masih borong emas, emas tetap punya fondasi yang kuat untuk dijadikan aset lindung nilai di 2026.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar