Tahun 2026
menjadi periode menarik bagi investor emas. Setelah emas mencetak banyak rekor
harga pada 2025, banyak orang bertanya: apakah emas masih akan naik di
2026? atau justru mulai turun karena harga sudah terlalu tinggi? Jawabannya: emas
di 2026 masih berpotensi kuat, tetapi jalurnya bisa lebih fluktuatif dan
dipengaruhi banyak faktor global.
Menapa Emas Diprediksi
Masih Kuat di 2026?
Salah satu faktor
besar yang membuat emas tetap “berkilau” pada 2026 adalah
karena bank sentral dunia masih agresif
memborong emas sebagai bagian dari strategi pengamanan cadangan
devisa.Dalam laporan Gold Demand Trends
dari World Gold Council,
dijelaskan bahwa pembelian emas oleh bank sentral
menembus 1.000 ton untuk tahun ketiga berturut-t urut. Ini bukan angka
kecil—karena pembelian institusi sebesar itu mampu menjadi “penopang”
permintaan emas global meskipun harga sudah tinggi.
Lebih
jauh lagi, World Gold Council juga mencatat bahwa pada Q3 2025 saja, bank sentral masih melakukan pembelian 220 ton emas (naik 28% dibanding kuartal
sebelumnya). Artinya, meskipun investor ritel bisa berubah-ubah mengikuti tren,
permintaan bank sentral cenderung lebih konsisten dan terukur.
Kenapa bank sentral memilih emas?
Ada
beberapa alasan kuat kenapa bank sentral lebih “percaya” emas dibanding
instrumen lainnya:
1.
Lindung nilai
saat ekonomi global tidak stabil
Saat inflasi, krisis geopolitik, atau risiko resesi meningkat, emas dipandang
sebagai aset aman (safe haven).
2.
Mengurangi
ketergantungan pada dolar AS (diversifikasi cadangan)
Banyak negara mulai mengurangi dominasi aset dalam dolar AS karena kekhawatiran
risiko geopolitik dan sanksi finansial.
3.
Emas dianggap aset
“netral” dan tidak terikat negara tertentu
Ini berbeda dengan obligasi negara tertentu yang bisa terdampak konflik dan
kebijakan politik.
Hal ini sejalan dengan laporan dan
ulasan media internasional yang menyoroti bahwa banyak bank sentral menggencarkan pembelian emas karena menurunnya
kepercayaan pada dolar, serta kekhawatiran pembekuan aset yang pernah
terjadi pada beberapa negara.
Data yang menunjukkan tren ini belum berhenti di 2026
Bahkan memasuki awal 2026, tren
pembelian tetap kuat. World Gold Council mencatat bahwa pada November 2025, pembelian bersih bank
sentral mencapai 45 ton, dengan
akumulasi tahun berjalan mencapai 297 ton
dan terutama didorong negara-negara pasar berkembang (emerging markets).
Contoh negara yang terus menambah cadangan emas
Salah satu
contoh yang sering menjadi sorotan adalah China. Diberitakan bahwa People’s Bank of China
memperpanjang tren pembelian emas hingga 14
bulan berturut-turut, sebagai sinyal bahwa emas masih dianggap aset
utama untuk menjaga stabilitas cadangan negara.
Dampaknya bagi investor emas di 2026
Bagi investor pemula, tren ini penting karena
pembelian bank sentral menciptakan dua efek besar:
✅ Menambah permintaan jangka panjang, sehingga harga emas
cenderung lebih kuat bertahan
✅ Membuat
penurunan harga biasanya bersifat sementara, karena ada pihak besar
yang siap membeli saat koreksi
Dengan kata lain, ketika bank sentral masih
borong emas, emas tetap punya fondasi yang kuat untuk dijadikan aset lindung
nilai di 2026.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar